"Sebenarnya banyak sekali kasus buruh migran Indonesia di Malaysia tidak terdengar. Kasus Mano ini besar karena Mano berasal dari keluarga menengah ke atas, dan keluarganya mampu melakukan advokasi sungguh-sungguh untuk Mano," kata Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Masruchah.
Hal itu disampaikan Masruchah di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jl Imam
Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
karena efek politiknya yang cukup besar. Namun yang patut disayangkan bahwa
kasus-kasus serupa yang berjumlah sekian banyak tidak mendapat perhatian
memadai dari pemerintah.
Karena itu dia berpandangan kasus Mano ini harus menjadi pembelajaran bagi
pemerintah bahwa kekerasan terhadap perempuan masih sangat sering terjadi. Hal itu terlebih sering menimpa kaum buruh migran yang kebanyakan tidak berdaya menghadapinya.
"Saya harap tidak hanya Mano yang diperhatikan, tetapi juga kasus-kasus buruh migran lain yang banyak terjadi," saran Masruchah.
(sho/nwk)










































