Tempat perlindungan primata tersebut terdapat di Bukit Merah, Perak. Ini merupakan satu-satunya fasilitas pemeliharaan dan rehabilitasi orangutan di dunia.
Di tempat tersebut, bayi-bayi hewan langka itu diberi susu formula tiap dua jam oleh seorang perawat. Perlakuan ini menurut para aktivis lingkungan hidup tidak seharusnya diberikan untuk hewan-hewan yang terancam punah itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan ahli hewan yang pernah bekerja di kebun-kebun binatang Asia Tenggara dan Timur Tengah itu, bayi orangutan perlu bersama induk mereka untuk belajar kemampuan bertahan hidup.
Kelompok konservasi Friends of the Earth cabang Malaysia dengan tegas menolak langkah perlindungan seperti itu. "Kami menentang perlindungan orangutan," ujar presiden organisasi tersebut, Mohamad Idris.
"Orangutan yang dibesarkan dalam tempat perlindungan tidak punya perlawanan alami terhadap penyakit, sehingga membuat mereka rentan terkena penyakit. Kematian pun tak terhindakan," ujar Idris.
Namun manajer pulau seluas 14 hektar itu mengatakan, tujuan mereka nantinya adalah mengembalikan hewan-hewan ke habitat alami mereka di hutan. Namun sejak dibuka tahun 2000 lalu, belum ada satupun hewan yang dilepas ke hutan.
"Ini kebanggan rakyat Malaysia dan ini bertujuan membantu memastikan orangutan kami tidak punah," kata D. Sabapathy, dokter hewan di fasilitas tersebut. Tempat tersebut saat ini menampung 25 orangutan.
"Kita tidak akan kecil hati dengan kritikan," imbuhnya. "Kami tidak memperlakukan mereka dengan buruk. Kami justru berusaha menambah jumlah mereka di alam bebas," tandasnya.
(ita/iy)











































