Pertemuan antara negara-negara Asean dan Korsel yini berlangsung mulai 31 Mei -2 Juni di beberapa hotel di Jeju Island. Misalnya seperti Hyatt Hotel dan Shilla Hotel. Namun seluruh media dalam dan luar negeri yang meliput ditempatkan di International Convention Center (ICC) yang terletak tak jauh dari lokasi pertemuan.
Nah, di ICC itulah para polisi itu siap membantu. "Apa kabar, apa yang bisa kami bantu," kata salah seorang polisi Korsel, Rendy Chu dengan bahasa Indonesia lancar, Senin (1/6/209).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ibu saya saat ini masih tinggaldi Indonesia, di daerah Bangka Belitung. Dia keturunan Chinese," ujar Rendy yang mengenakan seragam polisi Korsel berwarna kuning muda.
Seakan bernostalgia dengan Indonesia, Rendy pun siap mengantarkan ke mana pun wartawan Indonesia melangkah, tentunya masih di sekitar ICC. Bukan hanya Randy, beberapa rekan dia pun juga pintar berbahasa Indonesia, dan bertugas membantu peserta lain, baik yang berbahasa melayu, atau pun bahasa Inggris.
"Kita memang ditugaskan untuk membantu peserta," kata pria yang pernah kuliah di Universitas Bunda Mulia, Jakarta Barat ini.
Kapan ke Indonesia lagi? Rendy hanya menjawab dengansenyum. Namun yang jelas, dia masih ingin bertemu dengan ibunya. Ayah Rendy yang warga Korsel sudah meninggal dunia. Sedang Kakaknya, kini tinggal di Jakarta.
"Dulu saya pernah menjadi warga neegara Indonesia," ucapnya bangga.
Tak cuma Rendy, beberapa relawan mahasiswa Korea yang bisa berbahasa Indonsia juga dikerahkan. Akhrnya, Pulau Jeju yang sejuk dan indah pun serasa di negeri sendiri.
(anw/ndr)











































