Hal itu disampaikan mantan Ketua Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Pdt. Natan Setiabudi dalam temu masyarakat Indonesia di KBRI Moskow (31/5/2009), sehari menjelang pelaksanaan Interfaith Dialogue RI-Russia.
Menurut Pdt. Natan, potensi keharmonisan umat Islam dan Kristiani itu ada di Indonesia dan keharmonisan inilah yang dapat ditawarkan kepada dunia internasional, termasuk kepada Rusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia memberikan contoh suami istri yang bertengkar setiap hari. Pada suatu saat, sang suami tertimpa musibah jatuh dari atap dan meninggal. Sang istri tak kuasa menahan sedih dan mendekapnya, menangis sambil berkata, "Jangan kau tinggalkan aku. Sebab jika engkau pergi dengan siapa lagi aku harus bedebat."
โMeskipun mereka sering tidak sepaham, namun tetap dalam jalinan keluarga. Buktinya anaknya banyak. Kita bisa saja tidak satu kata, tapi jangan sampai bercerai,โ demikian Natan, disambut tepuk tangan para hadirin.
(es/es)











































