"Saya terkejut dan marah dengan pembunuhan Dr George Tiller saat dia menghadiri kebaktian di gereja pagi ini," kata Obama seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (1/6/2009).
"Bagaimanapun besarnya perbedaan kita sebagai warga Amerika atas isu-isu pelik seperti aborsi, itu tak bisa diselesaikan dengan tindakan kekerasan yang kejam," tandas Obama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembunuhan Tiller ini terjadi hanya dua pekan setelah Obama berupaya mencari "kesamaan pijakan" mengenai perdebatan aborsi saat berpidato di salah satu universitas Katolik terkemuka di AS.
Selama bertahun-tahun ini Tiller telah beberapa kali mengalami insiden membahayakan yang dilakukan para penentang aborsi. Salah satunya, pria yang bersedia melakukan aborsi pada wanita hamil tua itu, pernah ditembak di kedua lengannya.
(ita/iy)











































