"Ini dilakukan agar terminal ini tidak semrawut dan hanya yang berkepentingan saja yang masuk terminal ini," kata Kepala Cabang PT Angkasa Pura II Soekarno-Hatta, Haryanto, kepada detikcom, Senin (1/6/2009).
Haryanto menyatakan penerapan konsep tersebut juga dilakukan di berbagai bandara lain di Indonesia. "Medan dan Surabaya juga melakukan hal yang sama," katanya.
Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta mengutip tarif Rp 4.000 bagi warga yang hanya mengantar atau menjemput penumpang. Hal ini berbeda dengan terminal 1 dan 2 yang tidak memungut tarif bagi warga yang melakukan antar jemput penumpang.
"Masyarakat hanya kaget saja dengan konsep baru ini," argumen Haryanto.
Haryanto mengaku konsep lewat berbayar ini memang belum sempurna. Misalnya saja pengoperasian gerbang pembayaran yang masih manual.
"Ini kan terminal baru yang masih butuh penyempurnaan," katanya.
Sebelumnya, politisi PAN Alvin Lie mengeluhkan sistem yang mirip "jalan tol" di Terminal 3 tersebut. Siapa pun yang lewat mesti bayar. Alvin menyebut tarif di terminal itu adalah tarif "jalan tol" termahal di dunia karena mengutip Rp 4.000 untuk jarak 1,5 km.
(nal/nrl)











































