"Foto itu semua direncanakan, di-plan mesti senyum," kata Manohara usai jumpa pers di Markas Laskar Merah Putih, Jalan Petojo, Jakarta Pusat, Minggu (31/5/2009).
Perempuan yang mengaku disilet-silet sang suami itu menuturkan, untuk sebuah foto dia diberi instruksi yang harus dilakukan. Bila tidak melakukan instruksi itu Mano terancam mengalami siksaan yang kejam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Mano membenarkan Tengku Muhammad Fakhry, Pangeran Kesultanan Kelantan yang menikahinya pada Agustus 2008 itu sering melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Fakhry menyilet tubuh Mano. Bila Mano berusaha melawan atau kabur ia disuntik hingga muntah darah.
"Dulu ada dua kali disuntik. Makanya besok saya mau cek ke dokter," kata Mano.Β
(iy/Rez)











































