"Iya memang dari dulu mau cerai," kata Manohara dalam jumpa pers di Markas Laskar Merah Putih, Jalan Petojo, Jakarta Barat, Minggu (31/5/2009).
Dalam jumpa pers itu, Mano mengenakan gaun krem dengan motif bunga-bunga merah dipadu cardigan coklat. Mano didampingi ibunya, Daisy Fajarina, Direktur Laksar Merah Putih Eddy Hartawan dan tim pengacara ibu Manohara.
Mano menceritakan Fakhry memperlakukannya dengan tidak baik. Ia sering diperlakukan sebagai properti oleh sang suami. "Pada awalnya saya sempat depresi. Tapi kalau saya sakit, saya membiarkan mereka menang," curhat Mano.
Meski mendapati nasib buruk dalam berumah tangga, perempuan murah senyum itu mengaku akan berusaha agar tidak trauma dengan laki-laki. "Kalau saya trauma dengan laki-laki berarti Tengku sudah membunuh hidup saya," kata Manohara. (iy/Rez)











































