"Pelarangan merokok tidak didukung perusahaan dan pengelola tempat umum. Banyak perusahaan dan tempat umum tidak menyediakan tempat khusus merokok, kita harus patuhi Perda," kata Foke saat membuka rangkaian acara peringatan Hari Bebas Rokok Sedunia, di Kompleks Monumen Nasional, Jakarta, Minggu (31/5/2009).
Foke kembali mengingatkan agar warga Jakarta waspada terhadap bahaya rokok. Kebiasaan buruk merokok, menurut Foke, harus segera ditinggalkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foke kemudian menjelaskan harapannya dari peringatan hari bebas tembakau sedunia ini. Foke berharap hal ini dapat meingkatkan kesadaran warga Jakarta untuk mengurangi polusi udara, khususnya dari asap rokok.
"Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk mengurangi pencemaran udara, beberapa diakibatkan merokok. Tidak hanya ntuk mengingatkan perokok tapi juga tempat umum yang tidak menyediakan tempat khusus merokok," tegasnya.
Perayaan Hari Bebas Tembakau Sedunia ini juga dimeriahkan pawai yang dilakukan oleh 2200 siswa dari 136 SMP dan SMA Se-Jakarta. pantauan detikcom, ribuan siswa ini membawa bungkus rokok berukuran sebesar paha orang dewasa. Selain itu dalam acara ini juga digelar lomba membuat poster rokok.
Selain Gubernur DKI Jakarta, turut hadir dalam acara ini Ketua Komnas Pengendalian tembakau Farid Muluk, Perwakilan WHO Indonesia Subhash Salunke, dan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Depkes Tjandra Yoga Aditama.
(van/sho)










































