Kepala Satuan Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya AKBP Nico Afinta membenarkan peristiwa tersebut. "Tetap diberi makan oleh pelaku, tidak dianiaya," kata Nico kepada detikcom, Sabtu (30/5/2009).
Beruntung selama dalam penyekapan Kezia tidak dianiaya oleh pelaku. Dan sang pengasuh Kezia turut dibawa dan selalu menemani Kezia sehingga bocah itu tidak rewel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tertangkapnya pelaku berawal dari pelacakan mobil Andri yang kemudian tertangkap dari pantauan CCTV tol. Dari situ, polisi akhirnya bisa menangkap Akiat di sebuah mini market di Parung, Bogor pada Jumat (29/5/2009) malam, saat hendak mengambil uang tebusan di sebuah ATM .
Dalam pengembangannya, polisi kemudian menangkap 2 pelaku lainnya, yakni Didi Armanto dan Kasisi, di hotel tempat Kezia disekap. Dan tadi sore, polisi menangkap Joko yang sempat buron, di kawasan Parung, Bogor.
"Korban sudah kita kembalikan ke orangtuanya malam itu juga supaya tidak stress," kata Nico.
Dari tangan pelaku, polisis menyita sebilah pisau, kartu ATM, dan 1 unit mobil Kijang Innova bernopol B 1991 NFE yang sebelumnya diganti dengan nopol B 278 JD. Keempat pelaku kemudian digiring ke Mapolda Metro Jaya untuk diproses lebih lanjut.
(mei/sho)











































