"Kita sih pastinya ada sopir karena anak kita 4 orang. Ya mungkin kali ini akan lebih ketat, disertai mamanya," ujar Andri Setyono ketika dihubungi detikcom, Sabtu (30/5/2009).
Dalam menyeleksi sopir, Andri kali ini akan lebih ketat. Padahal selama keluarga Andri memperlakukan sopir dan babby sitter bak keluarga sendiri.
"Selama ini kita menganggap sopor itu bagian dari keluarga, tidak ada pembedaan. Kali ini dia (Akiat) motifnya memang murni uang, dan tampaknya tak punya dendam karena selama ini diperlakukan dengan baik," jelas pengusaha batubara ini.
Dia juga bersyukur karena saat diculik, Cessia diperlakukan dengan baik. Sehingga tak ada trauma secara psikis yang diderita putri bungsunya itu.
"Mungkin juga karena ada baby sitter-nya. Jadi dia merasa nyaman saja," jelasnya.
Andri pun menitip pesan kepada para orang tua lain, agar selalu ekstra hati-hati mengawasi anak-anaknya yang masih kecil. Dia juga meminta pihak sekolah turut membantu orang tua agar memeriksa siapa saja yang datang ke sekolahnya.
"Lebih ketat mengawasi kendaraan keluar masuk karena sekarang banyak komplotan yang melakukan seperti itu. Kita berprinsip menggunakan pendekatan personal (pada sopir), namun harus ada jarak. Jangan terlalu percaya penuh pada sopir," pesan dia.
(nwk/ken)











































