"ITS pernah kerjasama dengan PLN," kata Pembantu Rektor ITS Arief Djunaedi usai diperiksa sebagai saksi di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (29/5/2009).
Tetapi kerjasama itu, kata Arief, tidak berhubungan dengan proyek CMS. Saat itu, ITS hanya bekerjasama dalam proyek penataan database di PLN Jatim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Arief, keuntungan ITS dari proyek itu adalah bertambahnya kemampun mahasiswa dalam bidang pengabdian masyarakat. Lalu para dosen juga dapat mengaplikasikan ilmunya dalam menyelesaikan permasalahan di industri.
Terkait adanya dugaan korupsi dalam kerjasama PLN dengan perusahaan di Jakarta dengan tetap melibatkan orang-orang di ITS, Arief mengaku tidak tahu. Menurut dia, segala sesuatunya sudah diatur dengan kontrak yang jelas dalam proyek tersebut.
"Saya juga tidak tahu soal Pak Hariadi (mantan GM PLN yang sudah menjadi tersangka)," kata Arief.
(mad/aan)











































