Seorang pejabat Iran menuding Amerika Serikat (AS) berada di balik serangan bom itu. Demikian seperti diberitakan kantor berita semi-resmi Iran, Fars dan dilansir Reuters, Jumat (29/5/2009).
"Telah dikonfirmasi bahwa mereka yang berada di balik aksi teroris di Zahedan itu disewa oleh Amerika," cetus Jalal Sayyah, pejabat di kantor gubernur di Provinsi Sistan-Baluchestan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun pejabat-pejabat lainnya menyebut angka 21 atau 23 orang tewas. Sebuah media Iran, ILNA melaporkan korban tewas sebanyak 30 orang.
"Tim teroris yang berada di balik ledakan itu telah ditangkap dan interogasi mereka sedang berlangsung," kata Azad kepada kantor berita IRNA.
Pengeboman yang terjadi pada Kamis, 28 Mei itu merupakan insiden bom paling mematikan di Iran dalam kurun waktu satu dekade ini. Pada April 2008, serangan bom di masjid di Kota Shiraz menewaskan 14 orang.
(ita/nrl)











































