"Tim tengah kita kirim ke lokasi untuk melihat langsung kondisi dua ekor gajah itu. Namun kita belum dapat memastikan jenis kelamin satwa tersebut. Kita juga menurunkan tim dokter untuk melakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian itu," kata Kapala Tekinis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Syahimin dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (29/05/2009).
Sedangkan juru bicara WWF Riau, Syamsidar menyebut, informasi yang diterima dari masyarakat, dua ekor gajah itu teridiri dari induk dan anaknya. Walau demikian, WWF sendiri belum dapat menyimpulkan kondisi gajah itu sebenarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
WWF Riau memastikan, dua ekor gajah yang mati itu merupakan gajah liar. Diperkirakan gajah ini merupakan bagian gajah liar yang berada di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Lokasi kematian gajah di kawasan konsesi HTI PT RPI anak perusahaan pabrik kertas terbesar di Asia Tenggara itu, selama ini merupakan wilayah jelajah gajah.
"Konsesi milik perusahaan itu, selama ini memang merupakan wilayah jelajah gajah. Hanya saja kini kawasan gajah tersebut sudah lama beralih fungsi dijadikan hutan tanaman industri pohon akasia untuk kepentingan perusahaan kertas di Riau," kata Syamsidar.
Dia menjelaskan, kebiasaan gajah sekalipun wilayah jelajahnya sudah pernah ditinggalkan sekitar sepuluh tahun lamanya, suatu saat gajah itu akan kembali melintasi jalan tersebut. Artinya, sekalipun wilayah jelajahnya kini telah beralih fungsi, tetap saja gajah suatu saat akan melintas di lokasi yang sama.
"walau jalannya telah beralih fungsi apakah untuk perkebunan sawit, HTI atau perkampungan penduduk, sepanjang lokasi itu pernah menjadi jalan gajah, tetap saja suatu saat gajah itu melintas kembali di sana. Itu sudah menjadi tabiat gajah dalam menjelajah wilayahnya," kata Syamsidar.
(cha/djo)











































