Angka itu terjadi selama bulan April 2009. "Itu berakhirnya tahun finansial, jadi saya pikir efek perekonomian merupakan pemicu," kata Yasuyuki Shimizu, kepala Lifelink, kelompok yang mengkampanyekan untuk mencegah bunuh diri.
Di masa resesi, berakhirnya tahun finansial cenderung menimbulkan kebangkrutan dan pemecatan karyawan. Demikian seperti diberitakan kantor berita Reuters, Kamis (28/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data statistik kepolisian menunjukkan, angka bunuh diri selama April 2009 naik 6 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.
Kebanyakan pelaku bunuh diri adalah pria berusia menengah. Namun kasus kaum muda yang bunuh diri belakangan ini juga meningkat.
Dalam kurun waktu 11 tahun terakhir, lebih dari 30.000 warga Jepang bunuh diri setiap tahun.
(ita/iy)











































