Hasyim: Kepentingan dan Pemikiran Kerap Jadi Pemicu Konflik

Laporan dari Austria

Hasyim: Kepentingan dan Pemikiran Kerap Jadi Pemicu Konflik

- detikNews
Kamis, 28 Mei 2009 07:37 WIB
Wina - Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi menjelaskan penyebab timbulnya konflik. Menurut mantan cawapres ini, Conflict of Thinking (pertentangan pemikiran) dan Conflict of Interest (pertentangan kepentingan) sering kali menjadi faktor utama pendorong konflik.

Conflict of thinking, menurut Hasyim, dimulai dengan perbedaan pendapat, yang kemudian meletup oleh adanya klaim yang paling benar. Padahal hakekatnya kebenaran sejati hanya milik Allah SWT. Dengan segala keterbatasannya, manusia hanya bisa meraba-raba dalam gelap.

"Seperti orang buta yang mencoba mendeskripkan bentuk gajah," kata Hasyim saat memberi tauziah dalam acara silaturahmi warga Indonesia di kota Wina, Austria, 26 Mei lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan penyebab konflik kedua karena pertentangan kepentingan dalam berbagai dimensi seperti ekonomi, sosial, politik, hukum; dan dalam berbagai level, baik individu, golongan, hingga antar negara. Hasyim menilai, perang kepentingan sebenarnya paling mendominasi konflik global saat ini.

Hasyim lebih jauh menambahkan, banyak yang mengkaitkan perang melawan terorisme sebagai pertentangan ideologis antara dunia barat dengan dunia Islam. Padahal di balik itu semua, ada kepentingan lain yang berperan, seperti perluasan hegemoni, penguasaan minyak atau kepentingan sempit lainnya.

Untuk itu Hasyim juga menghimbau, hendaknya umat Islam jangan mudah terpancing untuk melakukan perlawanan sempit ala Imam Samudra, yang justru akan merusak citra Islam dan makin menjauhkan persepsi dunia barat tentang penyebab konflik sebenarnya.

"Inilah yang membedakan antara Imam Samudra dan Imam Syafi'i," candaย  Hasyim.

Hasyim berada di Wina atas undangan pemerintah Austria untuk menjadi pembicara dalam acara simposium dialog lintas agama tentang kedudukan negara, hukum dan agama ditengah pluralisme masyarakat.

Simposium ini diselenggarakan pada tanggal 27-29 Mei 2009 bertempat di gedung Fakultas Hukum, Universitas Wina. Di sela-sela kunjungannya, Hasyim juga menyemempatkan untuk bersilaturahmi dengan kurang lebih 50 warga yang tergabung dalam Forum Warga Pengajian Wina (Wapena). Selain Wina, Hasyim Muzadi dan rombongan juga akan melanjutkan lawatannya ke Moskow Rusia.

Hasyim mengaku sering diundang ke negara negara yang sedang dilanda konflik guna menjembatani dialog antar pihak yang bertikai, seperti di Libanon, Palestina dan Thailand.

Namun Hasyim juga tidak memungkiri bahwa di dalam tubuh NU sendiri masih didera konflik yang tak kunjung usai. Ketika ditanya lebih jauh mengenai konflik internal, Hasyim menanggapinya dengan bercanda.

"Mana ada tukang cukur yang bisa mencukur rambutnya sendiri," canda Hasyim disambut gelak tawa hadirin.

(mok/ddt)


Berita Terkait