Puluhan Gajah Liar Ngamuk di Riau

Puluhan Gajah Liar Ngamuk di Riau

- detikNews
Rabu, 27 Mei 2009 15:53 WIB
Puluhan Gajah Liar Ngamuk di Riau
Pekanbaru - Untuk kesekian kalinya gajah liar kembali mengamuk di Riau. Sekitar 30 ekor binatang bongsor itu meluluhlantakan perkebunan sawit dan tanaman warga. Kini gajah-gajah itu berkeliaran di sekitar rumah penduduk.

Gajah mengamuk ini terjadi di Desa Balai Makam, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau. Sudah tiga hari ini warga desa setempat melihat kawanan gajah mengitari perladangan mereka. Namun baru tadi pagi, gajah-gajah liar itu mulai mengamuk.

Puluhan hektar perladangan masyarakat hancur berantakan. Perkebunan sawit yang usianya baru tiga tahun, ludes diinjak-injak gajah. Tidak cuma perkembunan sawit, sejumlah tanaman palawija milik warga tidak kalah serunya di hajar gajah liar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemarin gajah itu memang sudah masuk ke perkebunan kami, tapi belum merusak. Tapi pagi tadi beberapa gajah liar mulai mengamuk. Gajah itu menghancurkan perkebunan sawit kami dan perladangan kami," ujar Samad (35) warga Mandau dalam perbincangan dengan detikcom, rabu (27/05/2009).

Dia menjelaskan, sebelum gajah-gajah itu mengamuk sebenarnya warga sudah mencoba untuk menghalaunya dengan cara membakar ban bekas serta membuat suara ledakan dari meriam bambu. Namun gajah-gajah itu seakan tidak menghiraukannya. Tetap saja satwa liar yang statusnya dilindungi ini merusak tanaman milik warga. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

"Heran juga kita, kata dinas kehutanan kalau ada gajah ngamuk suruh baker ban bekas. Tapi gajah itu tidak juga pergi. Malah tambah merusak perkebunan kami. Masyarakat hanya bisa pasrah. Ini memang bukan kali pertama, tapi kalau terus begini, kapan perkebunan sawit kami bisa dipanen, masik usia dua tahun saja sudah dirusak gajah,” keluh Rahadianto warga lainnya.

Selain merusakan perkebunan, gajah-gajah juga kerap masuk ke perkampungan penduduk. Gajah itu terlihat santai berkeliaran di pelataran penduduk.

"Warga banyak berkerumun melihat gajah masuk perkampungan. Namun gajah-gajah tetap saja melintas tanpa ada rasa takut. Memang belum ada rumah warga yang dirusaknya. Gajah itu cuma jalan-jalan di sekitar rumah penduduk, yang jelas kami khawatir kalau gajah ini bakal merusak rumah kita," kata Anto.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau mengaku sudah mendengar kejadian tersebut. Menurut Kepala Bagian Teknis BKSDA Riau, Syahimin pihaknya sudah menerima laporan dari warga soal gajah merusak tanaman.

Karena itu pihak BKSDA Riau kini sudah mengirimkan timnya ke lokasi untuk membantu warga dalam menghalau gajah tersebut. "Tim tengah kita turunkan ke lokasi untuk menghalau gajah tersebut," kata Syahimin.

Sementara itu, Direktur Tropika aktivis lingkungan, Harijal Jalil, menyebut, lokasi amuk gajah saat ini merupakan wilayah jelajah gajah. Hanya saja wilayah itu kini menjadi perkebunan dan perkampungan penduduk. Sehingga soal gajah keluar masuk perkampungan tidak akan bisa dihindari lagi.

"Bukan gajah yang masuk perkempungan warga itu, tapi wargalah yang menempati wilayah jelajah gajah. Di sinilah letak masalahnya. Tapikan posisi gajah itu tetap saja dianggap salah demi kepentingan manusia. Kalau manusia tidak merusak habitatnya, gajah tidak akan pernah mengamuk," kata Harijal.

(cha/djo)


Berita Terkait