"Bukan urusan penerbit. Itu silakan saja, ke pihak yang melakukan riset," kata Direktur Wahid Institute Ahmad Suaedy saat dihubungi melalui telepon, Rabu (27/5/2009).
Menurut Suaedy, pihaknya selaku penerbit hanya menerima utuh saja dari pihak-pihak yang terlibat dalam riset. "Wahid Institute hanya menerbitkan saja," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahmad Suaedy mengakui setelah 'Ilusi Negara Islam' menjadi kontroversi, penjualan buku ini lumayan mengalami peningkatan.
"Cukup banyak. Sehari bisa 10-15 mereka memesan lewat telepon. Toko buku tidak ada yang minta, mungkin mereka takut," tutupnya.
(ndr/iy)
