Awalnya aksi para mahasiswa di Mapoltabes Makassar, Jl Ahmad Yani, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (27/5/2009) ini berlangsung damai. Para mahasiswa mengecam aksi pencabulan terhadap mahasiswi rekan mereka oleh sejumlah anggota Poltabes Makassar.
Dalam aksinya, mahasiswa hanya menggelar mimbar bebas dan aksi teatrikal. Mereka membawa boneka berseragam polisi yang bertuliskan 'Polisi Cabul'.Β
Koordinator aksi mahasiswa STIEM Bongaya, Ikbal, dalam orasinya menyuarakan kejahatan polisi yang suka memeras dan melakukan pelecehan seks ketika menjalankan tugasnya sebagai pengayom masyarakat.
Ketika aksi teatrikal hampir tuntas, salah satu mahasiswa mencoba membakar boneka tersebut. Dan di saat yang sama pula, seorang polisi langsung menyemprotkan cairan pemadam. Kaget mendapat serangan tiba-tiba, para mahasiswa lari tunggang-langgang.Β Namun polisi berhasil meringkus 10 mahasiswa yang tidak sempat melarikan diri.
Kapolwiltabes Makassar, Kombes Pol Burhanuddin Andi, mengatakan aparatnya terpaksa membubarkan unjuk rasa mahasiswa karena hendak membakar seragam kebanggaan polisi. "Kami khawatir jangan sampai masyarakat marah akibat aksi pembakaran seragam oleh mahasiswa, mahasiswa bisa jadi korban kemarahan masyarakat. Lagi pula Kapolda sudah tegas menindak aparatnya, lalu apalagi yang mahasiswa cari?" pungkas Burhanuddin yang ditemui detikcom di ruangannya.
(mna/djo)











































