Kabut Asap Landa Riau, TK dan SD Diliburkan

Kabut Asap Landa Riau, TK dan SD Diliburkan

- detikNews
Rabu, 27 Mei 2009 12:59 WIB
Kabut Asap Landa Riau, TK dan SD Diliburkan
Pekanbaru - Kebakaran lahan dan hutan yang menimbulkan kabut asap tebal terulang di Riau. Akibatnya aktifitas warga terganggu dan sejumlah sekolah TK dan SD diliburkan.

Meliburkan aktivitas belajar mengajar ini terjadi di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau. Setidaknya ada dua kecamatan yakni Bangko dan Labuhan Tangga Besar terpaksa meliburkan murid-muridnya. Hal itu dilakukan karena tebalnya kabut asap di wilayah tersebut.

"Sejak kabut asap di dua kecamatan itu, sekolah setingkat SD sempat diliburkan selama dua hari yakni Senin dan Selasa. Ini dilakukan untuk menjaga kesehatan para murid. Namun hari ini para siswa kembali masuk sehubungan kabut asap sudah menipis," kata Kepala Dinas Kesehatan Rohil, Junaidi Saleh, Rabu (27/05/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan, dalam sebulan terakhir ini di dua kecamatan di Rohil terjadi peningkatan penyakit ISPA. Hal itu disebabkan kabut asap yang terus menerus menyelimuti wilayah Rohil.

"Data terakhir yang kami terima untuk Kecamatan Bangko saja, sudah ada 300 warga terserang penyakit ISPA. Ini belum lagi kecamatan lainnya. Jadi memang selama kabut asap ini telah terjadi peningkatan yang cukup signifikan," kata Junaidi.

Sedangkan Sekretaris Dinas Pendidikan Rokan Hilir, Misnawati, membenarkan, bahwa selama dua hari sempat diliburkan. Namun dipastikan kondisi asap hari ini menipis dibanding dua hari sebelumnya. Karena itu aktivitas belajar mengajar kembali diaktifkan.

"Namun demikian, kita sudah mengintruksikan agar masing-masing sekolah  tetap memantau kondisi asap di wilayah masing-masing. Jika memang kondisi asap nantinya memburuk, kegiatan belajar mengajar boleh dilburkan lagi," kata Misnawati.

Jonatan Siregar, warga setempat, mengatakan dua hari yang lalu kabut asap tebal membuat jarak pandang terbatas. "Dua hari kemarin pagi hari jarak pandang hanya 300 meter. Dan sore hari sekitar 700 meter," kata Jonatan Siregar , warga Kecamatan Bangko kepada detikcom, Rabu (27/05/2009).

Berdasarkan, pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, jumlah titik api sempat mencapai 195 titik pada hari Senin lalu. Namun jumlah itu berkurang menjadi 19 titik api karena pada hari Selasa terjadi turun hujan.

"Dari jumlah itu 5 titik api ada di Rohil. Kendati demikian, tidak tertutup kemungkinan titik api bisa saja muncul kembali pasca turun hujan. Mengingat suhu udara di Riau rata-rata 34 derejat. Suhu udara yang panas ini berpotensi menimbulkan titik api kembali," kata Staf Analisa BMKG Pekanbaru, Rahmad.

(cha/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads