Hujan Abu, Petani Pagaralam Percepat Panen

Hujan Abu, Petani Pagaralam Percepat Panen

- detikNews
Rabu, 27 Mei 2009 03:26 WIB
Palembang - Meskipun masih berstatus aman, tapi masyarakat di Pagaralam, Sumatera Selatan, mencemaskan Gunung Dempo dapat meletus. Akibatnya selain sebagian warga di kaki gunung berapi itu mulai mengungsi, juga sejumlah warga memanen lebih awal, sebab sebagian kebun sudah rusak oleh hujan abu.

"Wah kami cemas, jadi kami panen cepat. Selain cemas meletus, juga hujan abu dapat merusak tanaman," kata Dadan, petani sayuran di Tanjungsakti, Pagaralam, Selasa (26/05/2009).

Sementara Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Pagaralam Riduan Fatahan Saad, mengatakan, berdasarkan hasil pendataan sementara hujan abu yang terjadi secara tiba-tiba ini memang telah merusak areal perkebunan dan sayuran milik masyarakat yang ada di Dusun Kerinjing, Kecamatan Dempo Utara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan adanya pendataan ini diharapkan akan diketahui secara detil tingkat kerusakan areal perkebunan dan sayuran milik masyarakat yang terkena hujan abu sehingga nantinya akan dapat dilakukan berbagai upaya untuk dapat memberikan bantuan kepada petani. Bantuan yang akan diberikan nantinya baru akan diserahkan setelah selesai pendataan yang saat ini masih berlangsung.

Sementara itu Gunung Dempo hingga Senin (25/05/2006) terus mengakibatkan gempa tremor. Berdasarkan kajian pemantau Gunung Dempo, jika terus-menerus terjadi gempa tremor hingga 15 milimeter dan diikuti gempa tektonik maupun gempa vulkanik akibat aktivitas gunung Dempo, bukan tidak mungkin terjadi letusan.

Meskipun demikian, Ketua Pos Pemantau Gunung Api Dempo Slamet, kepada pers, mengatakan hingga kini status gunung Dempo masih aman sebab gempa tektonik maupun vulkaniknya tidak muncul.

Selain itu, gempa tremor juga berangsur turun hingga 4 milimeter meskipun pernah mencapai 16 milimeter sesudah letusan terjadi. "Gunung Api Dempo bisa saja meletus jika terus terjadi gempa tremor dengan kekuatan 15 milimeter dan ditunjang dengan timbulnya gempa lainnya seperti gempa tektonik dan vulkanik," ujarnya.

(tw/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads