"Wah kami cemas, jadi kami panen cepat. Selain cemas meletus, juga hujan abu dapat merusak tanaman," kata Dadan, petani sayuran di Tanjungsakti, Pagaralam, Selasa (26/05/2009).
Sementara Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kota Pagaralam Riduan Fatahan Saad, mengatakan, berdasarkan hasil pendataan sementara hujan abu yang terjadi secara tiba-tiba ini memang telah merusak areal perkebunan dan sayuran milik masyarakat yang ada di Dusun Kerinjing, Kecamatan Dempo Utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Gunung Dempo hingga Senin (25/05/2006) terus mengakibatkan gempa tremor. Berdasarkan kajian pemantau Gunung Dempo, jika terus-menerus terjadi gempa tremor hingga 15 milimeter dan diikuti gempa tektonik maupun gempa vulkanik akibat aktivitas gunung Dempo, bukan tidak mungkin terjadi letusan.
Meskipun demikian, Ketua Pos Pemantau Gunung Api Dempo Slamet, kepada pers, mengatakan hingga kini status gunung Dempo masih aman sebab gempa tektonik maupun vulkaniknya tidak muncul.
Selain itu, gempa tremor juga berangsur turun hingga 4 milimeter meskipun pernah mencapai 16 milimeter sesudah letusan terjadi. "Gunung Api Dempo bisa saja meletus jika terus terjadi gempa tremor dengan kekuatan 15 milimeter dan ditunjang dengan timbulnya gempa lainnya seperti gempa tektonik dan vulkanik," ujarnya.
(tw/anw)











































