PLTU Berkapasitas 429 MW di Bali Utara Mulai Dibangun

PLTU Berkapasitas 429 MW di Bali Utara Mulai Dibangun

- detikNews
Selasa, 26 Mei 2009 19:11 WIB
PLTU Berkapasitas 429 MW di Bali Utara Mulai Dibangun
Jakarta - Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 429 mega watt (MW) mulai dibangun di Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng, Bali. Pembangunan ini direncanakan bakal rampung pada Juni 2011.

Pembangunan fase pertama dikerjakan dalam waktu dua tahun. PLTU ini bakal diserahkan oleh kontraktor kepada PT General Energi Bali (GB) pada Juni 2011.

"Saat itu, PLTU ini sudah mulai beroperasi," kata Koordinator Proyek Rahmat Setiawan kepada wartawan di lokasi pembangunan PLTU, Celukan Bawang, Buleleng, Selasa (26/5/2009).

Pembangunan PLTU ini dikerjakan oleh Shanghai Electric Power Construction (SEPC) sejak awal tahun 2009. Lokasi PLTU ini berdiri di atas lahan seluas 70 hektar dengan bangunan induk PLTU hanya seluas 25 hektar.

Pembangunan PLTU ini menyerap tenaga kerja mencapai 4000 orang. Namun, Setiawan enggan membeberkan nilai proyek pembangunan PLTU ini.

"Yang saya tahu, setiap 1 MW senilai 1 juta dolar," ujarnya.

PLTU di Bali Utara ini bakal memiliki kapasitas 1089 MW. Pembangunannya dilakukan dalam dua fase, yaitu pada fase pertama berkapasitas 3 kali 143 MW sedangkan fase kedua berkapasitas 2 kali 330 MW.
Jika pembangunan fase pertama selesai, maka dilanjutkan dengan pembangunan fase kedua.

Saat ini, pengerjaanya baru dimulai dengan pemasangan tiang pancang sebanyak 108 buah dari 4020 tiang panjang. Tiang panjang tertinggi untuk cerobong asap setinggi 170 meter. Tampak juga alat berat meratakan lahan yang tandus tersebut.

Meskipun pembangunan PLTU ini mundur dari jadwal yang ditetapkan, pihak kontraktor optimis PLTU telah selesai dan mulai beroperasi pada Juni 2011.

Selain itu juga dibangun PLTU Pemaron 50 MW, PLTU Bedugul 10 MW dan PLTU Bali timur dua kali 100 MW. Adanya penambahan kapasitas energi tersebut menjadikan Bali cukup aman dalam mengantisipasi kebutuhan lima hingga sepuluh tahun mendatang.

(gds/ape)


Berita Terkait