Pameran hasil kerjasama KBRI Stockholm, Pemda Kabupaten Sleman dan Museum of Foreign Art Latvia bertitel The Days of Culture and Handicraft of Indonesia selama sepekan (16-23/5/2009) itu selain mengangkat batik, juga wayang kulit, kerajinan tangan, beragam seni tari dari berbagai daerah, juga foto wajah, budaya dan alam Indonesia.
"Proses pembuatan batik sangat mengesankan mereka dan disiarkan luas oleh media cetak dan elektronik Latvia. Kini mereka jadi tahu bahwa batik adalah karya luhur bangsa Indonesia," tutur Korfungsi Pensosbud KBRI Stockholm Dody Kusumonegoro kepada detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hadir para pejabat pemerintah dan anggota parlemen Latvia, para Duta Besar negara-negara sahabat di Riga, mitra Indonesia lainnya dan media massa. Pameran diawali dengan pagelaran fragmen dari sendra tari Ramayana dan tarian
tradisional Jawa dan Sumatera.
Menurut Dody, peliputan luas oleh media massa setempat sebelum dimulainya pameran telah menambah keingintahuan masyarakat Latvia terhadap seni budaya Indonesia.
"Berdasarkan siaran radio dan televisi setempat banyak masyarakat yang ingin
mengetahui lebih jauh mengenai batik dan tarian tradisional Indonesia," ujar diplomat karir yang tertarik sejarah dan bahasa-bahasa asing ini.
Sleman dan Parlemen
Tulang punggung konten pameran ini adalah para seniman dari Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Bersama para penari KBRI untuk Latvia yang berkedudukan di Stockholm, mereka memainkan beragam tarian tradisional Jawa dan Sumatera.
Sementara untuk pertama kalinya seorang anggota Parlemen Latvia ikut terlibat menyampaikan presentasi dalam pameran semacam ini. Tokoh dari Partai Hijau, yang sebelumnya sudah membuat 9 episode film dokumenter mengenai Indonesia, itu memaparkan tentang Flora dan Fauna Indonesia kepada para pengunjung.
Presentasi dan demonstrasi pembuatan batik dibawakan oleh R. Bambang Sumardiyono, seorang pembatik profesional dari Sleman. Karya-karyanya, meliputi berbagai jenis kain batik dengan berbagai motif dari bentuk klasik hingga kontemporer juga ikut dipamerkan.
"Pameran ini menandai peningkatan hubungan baik antara kedua negara yang menjalin hubungan diplomatik sejak 1993, setelah Latvia lepas dari Uni Sovyet pada 1991," pungkas Dody.
(es/es)











































