Ida tiba di Setneg, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2009) pukul 10.55 WIB. Ida didampingi adiknya dan kuasa hukum Antasari, Yan Mustafa.
Surat yang terdiri dari 2 halaman ini disampaikan Ida kepada seorang staf bagian penerimaan surat. Surat itu bertuliskan, memohon perlindungan hukum terhadap Antasari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan adanya berita-berita konspirasi politik di beberapa media, sebagai pejabat negara, saya minta perlindungan hukum dalam artian karena sudah mengikuti kegencaran pemberantasan korupsi. Sedangkan beliau sangat mengikuti Pak SBY dalam pemberantasan korupsi," paparnya.
Ida optimistis SBY akan memberikan pertimbangan. "Insya Allah, karena beliau (SBY) sangat memperhatikan pemberantasan korupsi. Semoga beliau mempertimbangkan pengajuan saya," ujar perempuan berambut panjang ini.
Dikatakan dia, Antasari masih diperiksa di kepolisian. Suaminya pun diperlakuan dengan baik. Ida juga mengaku tidak mendapat ancaman.
"Saya dan keluarga dengan adanya pemberitaan di media massa mengenai konspirasi politik, mohon dijelaskan dengan pembuktian bahwa ini adalah konspirasi politik. Tolong tunjukkan. Kalau iya di mana. Saya ingin kejelasan untuk ketenangan dan kebenaran," beber dia.
(aan/nrl)











































