"Cobalah kita tembak, nanti mencuat dan dibawa ke dunia internasional. Kita bukan takut dibawa ke dunia internasional, (tapi) nanti kita kalah lagi," ujar anggota Komisi I DPR Yusron Ihza Mahendra kepada detikcom, Selasa (26/5/2009).
Menurut Yusron, pemerintah sebaiknya mengambil jalan dengan memanfaatkan hubungan diplomatik antara RI dan Malaysia. Sebelumnya pemerintah harus memprotes diplomatik terhadap wilayah itu.
"Pelanggaran kedaulatan yang berulang-ulang tentu tidak mungkin kita biarkan berlanjut. Itu tugas Deplu dan Dephan, dengan cara hubungan diplomatik," imbuh adik mantan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra ini.
Yusron menilai, masuknya kapal perang Malaysia pada 25 Mei kemarin ke Ambalat hanyalah perangkap agar masalah ini diinternasionalisasi. Oleh karena itu pemerintah harus waspada.
"Ini juga analisa saya, perlu kita waspadai juga. Jangan-janganย pelanggaran batas oleh pihak Malaysia itu dilakukan oleh tentara laut Malaysia untuk pancingan agar terjadi clash, nanti mencuat ke dunia internasional," jelas dia.
(nik/nrl)











































