"Saya akan menyampaikan surat permohonan perlindungan hukum sekaligus untuk melakukan audiensi kepada Presiden, Bapak SBY" ujar Ida Laksmiwati di Jakarta, demikian keterangan isi siaran pers yang diterima redaksi detikcom, Senin (25/5/2009).
Setelah mencermati pemberitaan di media massa sejak suaminya ditahan dengan tuduhan sebagai otak dari pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Ida merasa khawatir atas keselamatan suami dan keluarganya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau memang benar sinyalemen para pengamat itu, lanjut Ny. Ida, tentu ini sangat mengkhawatirkan. Sebab program pemerintahan SBY dalam pemberantasan korupsi bisa gagal.
"Saya yakin suami saya hanya korban dan menjadi tumbal dalam upaya memberantas korupsi. Sejak awal kami sebagai keluarga menyadari betul risiko yang dihadapi oleh Bapak." tegasnya.
Ida berharap Presiden SBY turun tangan, sebab masalah Antasari ini berkaitan erat dengan kelangsungan proses pemberantasan korupsi di Indonesia. Presiden SBY adalah presiden yang sangat serius memberantas korupsi sebagai penyakit utama bangsa.
"Dengan kewenangan dan kekuasaan yang dimiliki oleh Presiden saya yakin siapa aktor dibalik konspirasi ini bisa terungkap dan suami saya dibebaskan," tambahnya.
Menurut Ny. Ida selama ini terbukti bahwa Presiden selalu membela pihak-pihak yang benar dan bertindak tegas terhadap para pelanggar hukum.
(rdf/rdf)











































