"Mungkin karena limbah di sekitar sini," kata Asman (43) salah satu petani tambak bandeng di Marunda, Jakarta Utara, Senin (25/5/2009).
Ribuan bandeng dijaring oleh petani sebelum mati lemas. Kemudian dijemur dan diasapi untuk lebih awet lagi. Lokasi penjemuran yang berada didekat rumah warga membuat bau yang tidak sedap. Sebab, dilokasi tersebut bukanlah area yang terbiasa untuk membuat ikan asin seperti Muara Angke.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat peristiwa tersebut, petani tambah bandeng mengalami kerugian puluhan hingga ratusan juta rupiah. Angka itu dikalkulasi dari total benih yang ditabur di tambak ikan.
"Angka pastinya kita nggak tahu. Tetapi satu bibit bandeng kita beli Rp 350 sampai Rp 500. Banyaknya ikan yang ditabur tergantung luasnya. Kalau saya menabur sekitar 1000 benih, " tutur Ridwan, salah satu petani tambak yang lain.
(Ari/irw)











































