Poster-poster dan baliho dipasang di sudut-sudut kota mengingatkan warga untuk segera suntik vaksin pencegahan virus mematikan yang tersebar melalui gigitan kutu ini. Di Austria kutu mematikan ini lebih dikenal dengan sebutan zecken. Demikian dilaporan reporter detikcom, Rangga Almahendra, dari Austria, Minggu (24/5/2009).
Kutu zecken biasa hidup di semak-semak dan daerah pepohonan di tempat terbuka. Berukuran kurang lebih sebesar ujung korek api, berkaki delapan dan memiliki capit di bagian mulut depan yang sangat tajam. Habitat utamanya adalah di kaki pegunungan Alpen dan tersebar hingga bagian tenggara Jerman, terutama di sepanjang sungai Danube.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan sudah menjadi kelaziman orang bisa bebas bertelanjang bulat di tempat-tempat terbuka. Kebiasaan ini tentunya menjadi mangsa empuk gigitan kutu zecken.
Menurut dokter Jajang Muljana Tjandra, dokter asal Indonesia yang sudah puluhan tahun membuka praktek di Austria, gigitan hewan kecil ini bisa menyebabkan radang selaput otak yang berujung pada kelumpuhan bahkan kematian. Dalam bahasa medis, penyakit gigitan kutu ini lebih dikenal dengan nama Fruhsommer-Enchepalomeningitis.
Jajang bercerita, penyakit ini dulu pernah mewabah di Austria pada awal tahun 1970 an. Bahkan ada salah seorang keluarga warga Indonesia yang meninggal akibat gigitan kutu ini. Namun sejak vaksin virus ini ditemukan, hampir tidak ada lagi korban meninggal akibat penyakit ini.
Meskipun demikian, pemerintah Austria tak henti-hentinya memperingatkan warga untuk tetap waspada dengan gigitan kutu zecken ini. Warga dianjurkan untuk suntik vaksin setidaknya 3 kali dalam 5 tahun untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus ini.
Nah bagi anda yang berencana untuk singgah dan tinggal cukup lama di Austria, pastikan Anda sudah mendapatkan suntikan vaksin ini. Tidak perlu pula membayar mahal, karena tentunya sudah disubsidi oleh pemerintah Austria.
(irw/irw)











































