"Dia menghubungi pejabat di luar negeri. Dalam rangka pesta demokrasi mereka meminta bantuan berupa uang. Mereka sangat ahli, berhasil hingga menghubungi pejabat 32 negara."
Hal ini disampaikan oleh Wakabareskrim Mabes Polri, Irjen Pol Hadiatmoko
dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo Jakarta Selatan, Senin
(25/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
mereka mengaku dari tim sukses parpol tertentu. Terakhir, kata Hadiatmoko, seorang pejabat dari Brunei ditipu hingga Rp 20 Miliar.
"Dalam rangka pemilu kami minta dikirim Rp 20 miliar," ucap Hadiatmoko menirukan pelaku.
Haditamoko menambahkan, ketika melakukan aksinya mereka membagi peran masing-masing. Di antara mereka ada yang bertugas mencari nomor telepon dan alamat pejabat, membuka rekening dan menghubungi korbannya.
"Mereka mengancam kalau tidak kirim uang akan memutasi," imbuh jenderal bintang dua tersebut.
Para pelaku sudah sejak satu minggu lalu berhasil diringkus. Mereka ditangkap dari berbagai kota di wilayah Jawa.
"Dari 13 tersangka kita masih memburu dua orang lagi, bos dan ajudannya yang sudah lari ke luar Jawa," terang Mantan Kapolda Riau tersebut.
Selain pejabat luar negeri, mereka juga menipu pejabat perbankan dan Pemda.
Terhadap para pelaku polisi menjerat pelaku dengan pasal 378 jo 264 KUHP dan pasal 3 dan 6 undang-undang tindak pidana pencucian uang.
Barang bukti yang diamankan antara lain, 135 lembar KTP, 15 Handphone, 30
kartu ATM dari berbagai bank.
"Nomor PIN ATM mereka sama semua yaitu, 8888 biar mudah untuk mengeceknya," tandas Hadiatmoko.
(ddt/anw)











































