Korut telah mengancam akan melakukan uji coba nuklir kedua setelah Dewan Keamanan PBB mengecam dan menambah sanksi terhadap negeri itu menyusul peluncuran roket jarak jauh pada April lalu. Uji coba nuklir pertama dilakukan Korut pada Oktober 2006 lalu.
Dan hari ini, Senin, 25 Mei, Korut menyatakan "berhasil melakukan satu lagi uji coba nuklir bawah tanah pada 25 Mei sebagai bagian dari langkah-langkah untuk meningkatkan kekuatan nuklirnya untuk pertahanan diri," demikian disampaikan kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KCNA tidak menyebutkan lokasi uji coba tersebut. Namun menurut pejabat-pejabat Korea Selatan (Korsel), guncangan terdeteksi di sekitar Kota Kilju, dekat dengan lokasi tempat berlangsungnya uji coba nuklir pertama pada Oktober 2006.
Terkait uji coba ini, Presiden Korsel Lee Myung-Bak menggelar sidang darurat Dewan Keamanan Nasional di negaranya. Bahkan pemerintah Jepang akan mencoba mengupayakan para anggota Dewan Keamanan PBB bertemu untuk membahas uji nuklir Korut itu.
Across the border in South Korea, President Lee Myung-Bak convened an emergency National Security Council meeting for later in the day, and both South Korea and Japan announced the formation of government crisis teams.
Japan said it may try to get the UN Security Council to meet over the nuclear test.
KCNA tidak menyebutkan lokasi uji coba tersebut. Namun menurut pejabat-pejabat Korea Selatan (Korsel), guncangan terdeteksi di sekitar Kota Kilju, dekat dengan lokasi tempat berlangsungnya uji coba nuklir pertama pada Oktober 2006.
Terkait uji coba ini, Presiden Korsel Lee Myung-Bak menggelar sidang darurat Dewan Keamanan Nasional di negaranya. Bahkan pemerintah Jepang akan mencoba mengupayakan para anggota Dewan Keamanan PBB bertemu untuk membahas uji nuklir Korut itu.
(ita/iy)











































