Para pencatat meteran yang bernaung di bawah PT Berkah Surya Abadi Perkasa
itu diminta ke perusahaan lain tanpa pesangon. Bahkan gaji mereka turun
drastis.
"Status kami kan karyawan, tapi disuruh pindah dengan status kontrak," kata
koordinator pencatat meteran itu, Sunardi, di kantor PLN Jateng-DIY, Jatingaleh, Semarang, Senin (25/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
yang mereka cari tidak berada di tempat.
Sunardi mengaku pihaknya tak bisa mencatat meteran listrik per tanggal 26
Mei mendatang, karena PT BSAP tak menyediakan alatnya. Untuk itu, PLN
diharapkan bisa menjembatani persoalan mereka.
Deputi Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Jateng-DIY, Sri Nugroho
menjelaskan, pihaknya tidak bisa bertindak apa."Itu urusan internal
perusahaan," katanya.
Mengenai kemungkinan tidak tercatatnya meteran, Nugroho mengaku akan
berkoordinasi dengan Bagian Niaga PLN. "Kami berharap, persoalan ini tak
mengganggu pelayanan terhadap pelanggan," imbuhnya.
Berdasarkan data, pelanggan PLN di APJ Semarang berjumlah 900 ribu. Mereka
tersebar mulai dari Grobogan, Demak, dan Semarang. Meteran listrik sebagian pelanggan terancam tak tercatat akibat persoalan pencatat meteran dengan perusahaan outsourcing-nya.
(try/irw)











































