Seperti dilansir AFP, Minggu (24/5/2009), para pelayat datang dengan berlinang air mata. Beberapa pendukung Roh juga tampak menaruh karangan bunga dan menyalakan dupa di altar.
"Hidup dan mati adalah bagian dari proses alamiah, jangan salahkan siapa-siapa. Ini adalah takdir," tulis Roh dalam catatannya usai bunuh diri.
Para pelayat juga memadati jalanan di sekitar istana di Seoul. Seluruh rakyat Korea Selatan bersedih dengan adanya kejadian ini.
Sebelumnya Presiden AS Barack Obama juga ikut memberikan rasa bela sungkawa bagi Roh dan seluruh rakyat Korea Selatan.
(mad/ndr)











































