"Kami perlu 3 hari 3 malam untuk menyelesaikan replika ini," kata salah satu anggota tim SMAK IPEKA Sunter 2, Michael (15) kepada detikcom di Dufan Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (23/5/2009).
Lembur selama 3 hari tersebut membuahkan hasil. Ban mini berukuran sebesar bola tenis tersebut berhasil berputar mengikuti arus buatan. Sontak, kelima tim optimistis memenangi Lomba Replika Wahana Dunia Fantasi SD-SLTA se Indonesia yang diselenggaran oleh Taman Imian Jaya Ancol bekerja sama dengan LIPI tersebut. "Baru tidur dinihari tadi, cuma 3 jam," tambah dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, taman kecil di bagian bawah dari semen baru selesai pagi hari, beberapa saat sebelum lomba dimulai. "Tapi ada kekurangannya, air sisa putaran masih ada yang tumpah. Hitung-hitungannya salah. Tapi itu masih bisa diakali," bebernya bangga.
Meski Tim SMAK IPEKA 2 Sunter optimis, bukan berarti lawan lain enteng. Hasil replika mereka harus bertarung dengan 75 replika lain se Indonesia. Tak terkecuali siswa-siswi dari Papua dan NTB yang juga tak kalah canggih.
"Lomba replika merupakan konsep edutainment yaitu konsep mengembangkan konsep pendidikan yang dipadu dengan hiburan. Sang juara akan memperebutkan total hadiah Rp 90 juta," kata Dirut PT Pembangunan Jaya Ancol, Budi Karya Sumadi saat melihat karya anak-anak Indonesia tersebut.
(asp/asy)











































