"Kami jarap akhir Juni atau awal Juli perusahaan-perusahaan komersial akan bisa membuat vaksinnya," kata pejabat sementara Asisten Dirjen WHO Keiji Fukuda seperti dikutip AFP, Jumat (22/5/2009).
Menurut Fukuda, saat ini para ahli tengah menimbang-nimbang apakah produksi vaksin tersebut akan dilakukan secara terus-menerus. Sebab produksi vaksin itu telah mengurangi atau bahkan menghentikan pembuatan vaksin flu musiman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Produksi vaksin untuk mengobati virus H1N1 ini bisa mencapai 4,9 miliar dosis per tahun. Namun selain dampak atas produksi vaksin flu musiman, yang juga harus diperhatikan adalah isu tentang dosis dan uji keamanan dari vaksin tersebut.
WHO menargetkan mengirim sampel virus ke perusahaan-perusahaan farmasi akhir bulan ini. 30 Perusahaan pembuat vaksin dari 19 negara maju dan berkembang diundang oleh WHO dalam pertemuan pada Selasa (19/5/2009) lalu untuk membahas produksi vaksin tersebut.
Isu kunci dalam pertemuan itu adalah biaya pembuatan vaksin dan ketersediaannya bagi negara-negara miskin. WHO tengah berupaya mencari dana dari Bank Dunia dan yayasan kesehatan internasional untuk membiayai suplai vaksin tersebut ke negara-negara miskin.
(sho/sho)











































