"Kita sedang menunggu hasil penyelidikan tim investigasi. Kita belum tahu hasilnya, mari kita tunggu," kata Menhan Juwono Sudarsono usai mengikuri Rakor Polhukam di Kantor Kementerian Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (22/5/2009).
Ketika ditanya soal anggaran pemeliharaan Rp 1,6 Triliun, tapi kenyataannya yang tersedia hanya Rp 100 miliar, Juwono mengaku pihaknya sedang melakukan penghitungan angka yang persis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juwono menegaskan, pengadaan dan pemeliharaan alutsista telah dilakukan sesuai anggaran yang ada. Dan yang terpenting di dalam pemeliharaan diupayakan supaya normal index tercapai sehingga tingkat keselamatan betul-betul dijamin.
"Itu sudah sudah kami upayakan, memang tidak untuk semua unit, namun sebagian dari anggaran itu kita pakai kok untuk pemeliharaan," imbuhnya.
Juwono mencontohkan, misalnya ada 10 pesawat dan bila dibagi sepuluh anggarannya terbatas. "Nah, makanya kita operasionalkan dulu yang lima, yang lima lagi ditunda. Itu yang dikatakan Presiden efisiensi dalam operasioanaliasi dan perawatan, jelas tidak mengorbankan tingkat keselamatan prajurit," ujarnya.
Ditanya tentang permintaan tambahan anggaran pertahanan sekitar Rp 460 miliar beberapa waktu lalu, tapi yang disetujui sekitar Rp 200 miliar untuk operasional TNI. Juwono mengaku, pihaknya sedang memperbaharui dan mengajukan kembali ke Departemen Keuangan.
"Minggu depan akan dibicarakan lagi," jawabnya.
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso menyatakan, tiap tahun pihaknya meminta tambahan anggaran dan telah dikelola dengan baik. Ketika ditanya apakah ada janji dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menaikan anggaran pertahanan bila terpilih lagi sebagai di Pilpres 2009?
"Nggak ada itu," jawabnya singkat.
(zal/ndr)










































