"Saya belum dengar, dan setahu saya tidak pernah ada. Itu sama sekali tidak ada," kata General Manager Kompas Gramedia, Nugroho F Yudho saat dihubungi melalui telepon, Jumat (22/5/2009).
Nugroho sendiri menyangsikan bila zaman sekarang masih ada teror terkait hal-hal seperti itu. "Apa masih ada (teror) ?" tambah dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya coba cek dulu soal buku itu," imbuhnya.
Bantahan soal adanya teror juga disampaikan pihak Toko Buku Gunung Agung, seorang staf di bagian penjualan yang enggan disebutkan namanya menyebut tidak pernah ada teror atau ancaman.
"Mungkin nanti setelah ramai diberitakan kita akan menjual buku ini," ujar staf itu sambil berkelakar.
Direktur The Wahid Institute Ahmad Suaedy, sebelumnya menyatakan, toko buku besar tidak mau menjual buku Ilusi Negara Islam karena kena teror. Buku yang diluncurkan pada 16 Mei itu akhirnya dijual langsung oleh The Wahid Institute dan bisa di-download secara gratis. Buku ini kini menjadi kontroversi dan ramai dibahas di sejumlah milis.
(ndr/iy)











































