Pria Australia bernama Matthew Carney itu pun divonis penjara 18 bulan atas perbuatannya. Demikian seperti dilansir harian Sydney Morning Herald, Jumat (22/5/2009).
Carney ditangkap setelah pesawat Emirates Boeing 777 tempatnya bekerja mendarat di Bandara Gatwick, Inggris karena insiden keamanan.
Begitu mendarat, pemeriksaan menyeluruh dilakukan di atas pesawat untuk menemukan bom. Namun tak ada bahan peledak yang ditemukan.
Padahal sebelumnya seorang penumpang pesawat menemukan sebuah pesan di dalam toilet pesawat yang bertuliskan "bahan peledak bisa ditemukan di bagian kargo. Dalam pesan itu juga tertulis: "Kami harus berterima kasih pada Taliban untuk ini. Bom akan diaktifkan."
Temuan ini mendorong pilot untuk mendaratkan pesawat di Gatwick pada Minggu, 17 Mei lalu. Setelah mendarat, tas dan barang-barang bawaan seluruh penumpang dan kru diperiksa. Selama pemeriksaan itu, bandara sempat ditutup selama 15 menit.
Tim pemeriksa kemudian menemukan pesan lain dalam koper Carney. Isinya: "Kargo berisi bahan peledak."
Dalam persidangan di pengadilan Lewes Crown Court di Inggris, Carney mengaku bersalah telah membuat ancaman palsu. Namun pria berusia 23 tahun itu membantah dakwaan membahayakan keselamatan pesawat.
Pengacara Carney, Andel Singh mengatakan, kliennya saat itu dalam keadaan stres berat dan sangat lelah.
"Dia minta maaf sedalam-dalamnya kepada semua orang yang merasa tidak nyaman," pungkas Singh.
(ita/iy)











































