Mudik Terakhir Mayor Boy Timur Wahyudi

Korban Hercules Jatuh

Mudik Terakhir Mayor Boy Timur Wahyudi

- detikNews
Jumat, 22 Mei 2009 00:49 WIB
 Mudik Terakhir Mayor Boy Timur Wahyudi
Makassar - Tak ada yang menyangka pesan Mayor (PSK) Boy Timur Wahyudi, pada rekannya di Lanud Sultan Hasanuddin, Pembantu Letnan Dua (Pelda) Lestiawan, sebelum berangkat mudik ke Jakarta seminggu yang lalu adalah isyarat kepergian Boy untuk selamanya.

Lestiawan yang berbincang dengan detikcom di Lanud Sultan Hasanuddin, mengenang ucapan Boy ketika itu, bahwa mungkin ini mudik yang terakhir baginya setelah puluhan tahun mengabdi di daerah yang jauh dari kampung halamannya, di Jawa Barat.

Di mata Lestiawan, sosok Boy yang berusia di atas 50 tahun ini adalah komandan yang santun dan tidak pernah kasar pada bawahannya.Β 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Almarhum semasa hidupnya sering memberi nasihat pada bawahannya, dia sering memberi wejangan agar tidak menyia-nyiakan hidup yang diberi oleh Tuhan." tutur Lestiawan.

Jabatan terakhir yang diemban Boy adalah Kepala Seksi Keamanan Pertahanan Pangkalan (Kamhanlan) Lanud Sultan Hasanuddin. Boy yang memulai karirnya dari level terendah sebagai Tantama hingga jenjang Perwira sebagai Mayor TNI AU, sejak tahun 1978 untuk wilayah tugas di Makassar.

"Di angkatannya, Pak Boy yang paling berprestasi karena bisa meraih pangkat Mayor." ungkap Lestiawan.

Dalam perjalanan maut ini, Mayor Boy ditemani istri, Siti Aminah, putri bungsunya, Kartika dan cucunya, Rahmad. "Pak Boy mudik untuk membawa putrinya bungsunya, yang baru saja menamatkan sekolahnya, jalan-jalan di kampung halamannya di Jawa Barat." pungkas Ratna yang ditemui detikcom di sela upacara penyambutan jenazah, tetangga keluarga Boy di kompleks Citra Sudiang Indah, Kelurahan Sudiang, Kec. Biringkanayya, Makassar.
(mna/rdf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads