"Sebelumnya saya cuti selama 12 hari di kampung halaman saya di Pontianak. Setelah itu saya mau balik dinas lagi ke Biak. Dari Pontianak ke Jakarta menumpang pesawat reguler atau sipil," kisah Saputra sebelum dirinya menaiki pesawat naas tersebut.
Pria lajang 24 tahun itu pun lantas kebagian duduk di bagian belakang dekat ekor pesawat. Kendati tak tahu persis jumlah pesawat, Saputra mengingat banyak anak kecil di dalam pesawat itu. Saat kejadian dirinya mengaku sedang tidur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat sadar itulah dirinya melihat seorang wanita yang tangannya berlubang dan dalam kondisi masih hidup. Dirinya berniat menolong namun apa daya, tubuhnya terasa berat.
"Saya mau menolong cuma badan saya malah terasa berat. Karena ngggak bisa berbuat apa-apa saya bingung, saya teriak minta tolong," imbuh warga Raya Kuala, Sungairaya, Pontianak, Kalimantan Barat ini.
Spontan dirinya ditolong warga berama-ramai dan dibawa ke rumah warga. 15 Menit kemudian barulah warga membawanya ke rumah sakit.
"Syukur Alhamdulillah saya masih selamat. Tapi saya juga berduka karena di pesawat itu banyak yang meninggal dunia," ujarnya.
(nwk/gah)











































