"Padahal sebelumnya Mas Teguh selalu naik kereta dan belum pernah naik pesawat," ujar istri Teguh, Dwi Yunita Sari, kepada wartawan di di rumah duka di Jalan Pogot Baru II/38, Kamis (21/5/2009).
Yuni sendiri tidak mempunyai firasat apa-apa mengenai kematian suaminya. Bahkan dirinya tidak memperkirakan suaminya ada di dalam peswat Hercules yang jatuh tersebut meski Yuni sudah tahu tentang peristiwa itu. Karena dalam percakapan terakhir dengan Teguh melalui sambungan telepon, Teguh mengatakan bahwa ia akan pulang menggunakan kereta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya, Teguh akan pulang begitu pendidikannya selesai pada 19 Mei. Dan begitu pulang Teguh akan membelikan mobil-mobilan dan sepeda sebagai hadiah ulang tahun Randi seperti yang diminta anaknya itu.
Tetapi kenyataan memang tidak seperti yang direncanakan. Pria yang lahir pada 16 Desember 1977 itu harus meninggalkan anak dan istrinya setelah turut tewas dalam musibah jatuhnya pesawat Hercules di Magetan.
(fat/gah)











































