Els Sesali Gurau tentang Kematian Jelang Ajal Aprilianto

Els Sesali Gurau tentang Kematian Jelang Ajal Aprilianto

- detikNews
Kamis, 21 Mei 2009 17:46 WIB
Els Sesali Gurau tentang Kematian Jelang Ajal Aprilianto
Madiun - Kolonel Els Lamerkabel mungkin tidak menyangka kalau candaannya dengan sang anak akan sangat disesalinya. Bagaimana tidak, anak angkatnya yang sudah dianggap darah dagingnya sendiri menjadi korban pesawat Hercules C 130 yang jatuh di Magetan setelah gurauannya tentang kematian.

"Saya sudah biasa bercanda dengan anak saya. Saya sempat bercanda kenapa kamu pakai pakaian hitam-hitam. Kayak orang mau antar ke pemakaman aja. Ternyata canda saya menjadi kenyataan," ujar Els di Lanud Iswahyudi, Magetan, Jawa Timur, Kamis (21/5/2009).

Agelta Aprilianto Lamerkabel (18) hendak pulang kembali ke Ambon usai liburan di Jakarta. Els bercerita selama perjalanan mengantar anaknya ke Lanud Halim itulah candaan demi candaan terlontar bersama buah hatinya itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini mulut harus dijaga. Mulut memang harus dijaga," racaunya sambil menangis tak kuasa menahan sedihnya.

Kini Els yang bekerja sebagai dokter di RSPAU Halim Perdanakusumah itu terpaksa menyerah pada takdir. Sosok Prilianto sebagai pribadi yang humoris dan ceria yang dikenalnya sudah masuk daftar korban tewas kecelakaan Hercules di Magetan.

Di sela-sela kedatangannnya ke Lanud Iswahyudi untuk mengambil jenazah Prilianto, Els mengenang saat terakhir kebersamaannya bersama lulusan SMA yang hendak kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.

"Mama jangan lupa kalau sudah di Ambon kirimi pulsa. Aku mau pergi jauh," ujar Prilianto seperti ditirukan Els.

"Saya pikir guyon, dia ini kan humoris," kenangnya.

Walau bukan anak kandungnya, Els mengaku sangat sayang padanya karena sudah dirawat sejak usia 8 bulan. Prilianto sendiri sebenarnya masih punya hubungan saudara dengan Els, karena dia adalah anak dari kakaknya sendiri alias keponakannya.

"Mama ini rambut kribo tapi kribonya basi. Rambut Mama ini harus di-rebonding biar kelihatan cantik," tutur Els lirih saat mengenang omongan putranya itu.

Els rencananya akan membawa jenazah Aprilianto ke Ambon untuk dimakamkan di sana. Aprilianto dikenali Els lewat struktur gigi dan wajahnya.

(gah/nwk)


Berita Terkait