"Meskipun krisis ekonomi, dan pemahaman bahwa masa depan perusahaan kami berhubungan dengan masa depan Meksiko, kami akan menginvestasikan dana sebesar US$ 6,3 miliar," kata presiden Executive Council of Global Enterprises (CEEG) Julio Quesada.
Hal itu dikatakan Julio dalam konferensi pers bersama presiden Meksiko, Felipe Calderon, seperti dikutip dari AFP, Rabu (20/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Calderon mengatakan, negaranya kini menghadapi cobaan sulit dengan adanya virus H1N1. Meksiko menjadi pusat dari penyebaran virus yang awalnya disebut flu babi itu. Sebanyak 74 warganya meninggal dan 3.660 orang di antaranya dikonfirmasi terinfeksi virus tersebut.
Pemerintah Meksiko telah mengeluarkan biaya ekonomi sekitar US$ 2,3 miliar untuk mengatasi serangan virus mematikan tersebut. Meksiko juga tengah bersiap-siap menggelontorkan dana program bisnis sebesar US$ 1,6 miliar untuk menanggulangi bencana itu. (irw/irw)










































