"Kami mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan keluarganya dan menjadi korban kecelakaan pesawat untuk mmberikan data-data seperti sidik jari, dental atau gigi, data medis, maupun property," kata Kompol Dr Heri Wijatmoko, tim dokter DVI provinsi Jatim di RS Iswahyudi, Madiun, Jatim, Rabu (20/5/2009).
Data-data tersebut, kata Heri, sangat diperlukan oleh tim DVI untuk mengidentifikasi korban, karena sebagian jenazah juga sulit diidentifikasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan Heri, data sidik jari bisa didapat dari ijazah. Keterangan dental atau gigi didapat dari kemungkina korban pernah memeriksakan ke dokter gigi. Data property bisa diketahui dari baju, pakaian, cincin, atau barang-barang yang melekat pada tubuh korban.
"Untuk data medis seperti apakah korban pernah operasi patah tulang, sehingga nanti data-data tersebut dapat diperbandingkan posmortem," kata dia.
"Kami mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan keluarganya dapat menghubungi ke nomor telepon atau faks ke 0351-869705 atau 0351-401134. Atau ke HP dengan nomor 0351-7867835," kata Mayor Joko Saptono, tim dokter dari RS Iswahyudi.
(irw/irw)
