Demikian disampaikan Ketua Komnas Flu Burung dan Pandemi Influenza (FPBI) Bayu Khrisnamurti pada acara penutupan Pelatihan Kesiapsiagaan dan Respon Non Medis Menghadapi Pandemi Virus H1N1 di hotel Sanur Paradise, Denpasar, Rabu (20/5/2009).
Bangun jejaring penanganan virus H1N1 ini difasilitasi oleh Komisi Nasional FPBI.Β Disebutkan bahwa jejaring pengamanan dari ancaman virus H1N1 sangat diperlukan dalam menghadapi serbuan gelombang penyebaran virus ini di seluruh dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pelatihan tersebut, para perwakilan pemda se-Indonesia mendapatkan pelatihan dasar penanganan virus H1N1 serta simulasi cara membangun jejaring saat menghadapi kasus flu H1N1. Jejaring itu sangat penting untuk mengurangi jatuhnya korban jika telah terjadi kasus di suatu daerah.
Sejak merebaknya kasus virus H1N1, FPBI telah menggelar 30 pelatihan, simulasi pencegahan dan penanganan di berbagai kota. Para peserta pelatihan juga dibekali pengetahuan berupa etiket influensa, yaitu dianjurkan agar rajin cuci tangan, memakai masker, tidak bersin sembarangan.
Sementara itu, Ketua Tim Pengendalian Flu Burung dan Pandemi Influenza UNICEF Suzanna Dayne mengatakan tidak ada negara yang bisa 100 persen menghadapi penyebaran kasus H1N1. Berdasarkan data UNICEF,Β 40 negara positif terserang flu H1N1 dengan 9.830 kasus serta 79 kematian.
(gds/gah)











































