Bambang mengatakan komunikasi pilot pesawat dengan petugas di Lanud Iswahyudi terjadi sekitar 10 km sebelum lanud, pada ketinggian 1.000 feet. Saat itu pilot mengatakan pesawat sudah berada di jalur runway.
"Dari kronologinya, pesawat itu menyentuh pohon lalu mengalami patah di bagian tertentu, selanjutnya mengalami benturan lagi dan terjadi lompatan sejauh sekitar 700 meter hingga terjadi ledakan," papar Bambang, Rabu (20/5/2009).
Bambang mengelak memberikan keterangan penyebab pesawat tersebut terbang sangat rendah sehingga menyentuh pohon sebelum kecelakaan. Menurutnya, saat ini sedang dilakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan tersebut sehingga tidak perlu buru-buru untuk menduga-duga.
Bambang juga menepis spekulasi yang menyebutkan pesawat tersebut kelebihan beban muatan. "Tidak. Tidak benar kalau disebut overload," tukasnya.
Hingga saat ini, lanjut Bambang, korban meninggal dipastikan 98 orang dan korban selamat berjumlah 15 orang. Dari jumlah tersebut 11 di antaranya adalah awak pesawat. Pesawat naas tersebut rencananya akan melakukan penerbangan rutin dengan rute Jakarta - Madiun - Makassar - Kendari - Biak. (mbr/djo)











































