Empat napi yang identitasnya dirahasiakan itu kabur dengan menjebol plafon LP, Selasa (19/5) dini hari. Mereka baru diketahui amblas dari ruangannya hari ini saat apel pagi.
Pihak LP dan kepolisian berhasil menangkap keempatnya di tempat terpisah. Dua orang di Tegal dan sisanya di Semarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang menjelaskan, seorang napi yang berasal dari Surabaya 'diantar' sopir taksi ke kantor polisi terdekat. Sopirnya curiga, karena napi yang mencegat taksi di hotel dekat Pasar Johar itu mengaku tak punya uang untuk membayar.
"Apalagi yang dari Surabaya ini berjalan agak tertatih. Kakinya terluka akibat jatuh dari tembok LP," katanya.
Bambang memastikan tak ada petugas LP yang terlibat dalam pelarian empat napi tersebut. Petugas mengaku telah mengontrol sel tiap satu jam.
"Makanya, kaburnya napi itu baru diketahui saat apel pagi. Siang ini, mereka sudah di LP lagi," pungkas Bambang.
(try/djo)











































