Menurut pengakuan Serka Susanto yang disampaikan kepada istrinya, Suprapti, sebelum kejadian pesawat masih stabil mengudara selama sekitar 1 jam dalam penerbangan dari Jakarta. Beberapa saat kemudian pesawat bergoyang, namun tidak menimbulkan kecurigaan karena dianggap biasa.
Selain itu, pilot juga tidak memberikan tanda-tanda pesawat dalam bahaya. Sehingga terkesan pesawat terbang normal.
"Kemudian pesawat turun menghujam dan seluruh penumpang terpelanting," ucap Suprapti kepada detiksurabaya.com yang menirukan cerita suaminya di RSUD dr Soedono, Jalan dr Soetomo, Madiun, Rabu (20/5/2009).
Setelah itu, lanjutnya, Serka Susanto tidak sadarkan diri dan baru sadar saat berada di rumah sakit. Susanto juga mengaku tidak ingat apa yang dilakukannya sejak pesawat terjatuh.
"Ia bilang setelah terpelanting dan terhantam pada bagian kepala langsung tidak sadarkan diri," ucapnya.
(gik/nik)











































