"Kita prihatin, jatuhnya pesawat Hercules adalah musibah yang bila dirunut sebagai konsekuensi penggunaan alutsista udara yang sudah berumur tua serta ketidakcukupan biaya perawatan. Ini harus diperbaiki dan ditambah anggaranya," kata angota Komisi I DPR Yuddy Chrisnandi kepada detikcom, Rabu (20/5/2009).
Menurut politisi muda Partai Golkar ini, minimnya anggaran pertahanan menyebabkan TNI tidak bisa memiliki peralatan perang, termasuk pesawat angkut baru dan modern yang dapat meminimalisir terjadinya risiko kecelakaan. Akibatnya, tidak heran jika seringkali alutsista TNI justru 'membunuh' prajurit yang siaga untuk menjalankan tugas negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yuddy meminta pemerintahan ke depan memproyeksikan anggaran pertahanan sekurang-kurangnya 75% dari kebutuhan minimalnya. Hal ini untuk mengurangi risiko penggunaan alutsista dan meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI.
"Anggaran TNI yang ada hingga saat ini baru dapat dipenuhi negara sekitar 45% dari kebutuhan minimalnya. Ini adalah cermin ketidakberpihakan politik anggaran pemerintah kepada TNI," pungkasnya.
(yid/nrl)










































