Tiga hari terakhir kabut asap terlihat mengepung ke sejumlah wilayah di Riau. Kabut asap tidak tidak terlepas dari ulah pembakaran lahan di musim kemarau. Sudah menjadi kebiasaan di Riau, setiap musim kemarau di mamanfaatkan untuk membakar lahan. Membakar lahan ini merupakan cara termudah dalam bercocok tanam yang biasanya untuk perkebunan kepala sawit.
Data di Badan Metreologi Giofisika (BMG) Pekanbaru, berdasarkan setelit NOAA, seluruh wilayah Riau tiga hari yang lalu sempat terdata 48 titik api yang menyebar di sejumlah kabupaten. Sehari kemudian sebaran titik api berkurang menjadi 20.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, kepungan asap tebal pada pagi hari, membuat jadwal penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru sempat tertunda. Penutupan bandara ini dilakukan pukul 07.00 WIB sampai 07.30 WIB dan mengakibatkan dua penerbangan ke Jakarta sempat tertunda.
"Tadi pagi bandara sempat tertunda. Dia penerbangan, Lion dengan Mandala dengan tujuan Jakarta sempat tertunda. Penundaan ini karena pagi hari jarak pandang terbatas di bawah 1 km," kata Maneger Duty Bandara SSK, Ibu Hasan.
Menjelang pukul 08:00, kondisi udara kembali normal dengan jarak pandang di atas 1 km. Dengan kondisi udara yang kembali normal, sejumlah penerbangan di bandara dapat berjalan normal sebagaimana biasanya.
"Kita hanya menunda sekitar 30 menit saja. Setelah situasi udara kembali normal, kedua pesawat sudah dapat melanjutkan penerbangan ke Jakarta," kata Ibu Hasan.
(cha/djo)










































