"Kami nggak mungkin sukerela keluar dari rumah tanpa penggantian. Kami bertahan, Kostrad harus manusiawi," ujar seorang warga yang juga anggota Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan dan TNI (FKPPI) yang enggan disebutkan namanya dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (19/5/2009).
Menurut dia, hari ini merupakan batas terakhir warga harus keluar dari rumah yang sudah ditinggali selama 30-40 tahun itu. Warga yang akan diminta keluar dari rumah itu sebanyak 33 kepala keluarga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menyadari itu bukan tanah kami. Kostrad juga ada kendala keuangan, tapi janganlah kami diusir tanpa apa-apa. Kami bukan PKI dan pengacau keamanan," terangnya.
Dia mengungkapkan, pengosongan dilakukan agar anggota Kostrad yang baru bisa tinggal di rumah itu. Warga bertahan karena mereka tidak mempunyai dana untuk membeli tempat tinggal baru.
"Rencananya kompleks ini mau dijadikan pangkalan militer untuk orang Kostrad yang baru-baru," jelasnya.
Meski demikian, dia pasrah jika Kostrad memaksa keluar warga dengan kekuatan militer.
"Kita belum omong mau minta berapa tapi kalau dipaksa dengan kekuatan militer kita terpaksa keluar," katanya dengan pasrah.
(nik/nrl)











































